1 min read

Mahasiswi Difabel Kembangkan Fitur Live Transcribe di Aplikasi Hear Me

Mahasiswi Difabel Kembangkan Fitur Live Transcribe di Aplikasi Hear Me

Seorang mahasiswi difabel rungu Telkom University Bandung, Ilmi Diina Aliyah, mengembangkan fitur Live Transcribe di aplikasi Hear Me. Karya tugas akhir mahasiswi Fakultas Informatika angkatan 2017 itu membuatnya lulus dengan nilai sangat memuaskan.

Menurut Ilmi, 24 tahun, fitur itu berfungsi untuk memudahkan disabilitas rungu memahami pesan lewat suara dari lawan bicaranya. Caranya dengan mengubah suara menjadi kalimat pendek, animasi 3D bahasa isyarat Indonesia atau Bisindo, atau pun berupa kalimat panjang

Total fitur Live Transcribe kata dia, memiliki lima bagian yaitu kalimat pendek, animasi 3D, penyimpanan, penghapusan, dan pencarian riwayat. “Saya juga menambahkan fitur pencarian pada halaman riwayat untuk mempermudah pengguna menemukan hasil simpanannya,” kata Ilmi, Rabu, 24 Agustus 2022.

Aplikasi Hear Me dibuat oleh PT. Inovasi Disabilitas Indonesia di Bandung untuk menerjemahkan suara ke bahasa isyarat dengan tampilan animasi tiga dimensi atau 3D. Perangkat lunak di smartphone itu juga menjembatani komunikasi antara Teman Tuli dan Teman Dengar Tel-U Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terbaik No. 1 di Indonesia  .

Hasil pengembangan fitur itu menurut Ilmi, diharapkan akan mempermudah para difabel rungu dalam berkomunikasi. Sebab biasanya, lawan bicara mereka berbicara dengan cepat dan panjang namun tidak bisa berbahasa isyarat.

Pembuatan karya itu menggunakan metode User Centered Design atau UCD. Metode itu berguna untuk menyelesaikan masalah lewat pendekatan alternatif dalam membangun interaksi antarmuka yang dapat memenuhi kebutuhan pengguna.

Cara kerjanya, ketika mendengarkan pembicaraan orang, pengguna membuka aplikasi lalu suaranya langsung diterjemahkan lewat teks. “Saya hanya membuat desain antarmuka, pada dasarnya masih cukup mudah,” ujarnya.

Walau begitu, Ilmi mengaku kesulitan saat membuat laporan tugas akhir. “Karena bagi saya dan teman tuli, menyusun kalimat adalah hal yang sangat tidak mudah,” kata dia. Pada proses penyusunan jurnal itu ia dibantu dosen pembimbing serta adik dan kakaknya untuk mengoreksi kalimat yang dibuat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *